Senangnya Driver Ojek Ini Dapat Orderan, Tapi Saat Periksa Uang Pembayaran Ternyata Menyedihkan

loading...
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tania Natalin Simanjuntak
TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Kisah uang pecahan Rp 50 ribu yang terbakar hampir setengah ini jadi viral di berbagai akun Facebook.
Belum lama ini, seorang pria yang mengaku jadi pengemudi ojek online membagikan sebuah kisah.
Gara-gara mendengar kisah ini, banyak netizen yang hatinya terenyuh.
Sebuah foto diunggah di akun Teguh Kurniadi.
Terlihat di sana telapak tangannya memegang sebuah uang kertas pecahan Rp 50 biru.
Uang kertas berwarna biru itu terlihat terbakar hampir setengah.
Selain terbakar, di atas uang tersebut juga banyak terdapat bercak kecokelatan.
Jelas uang seperti ini tak layak untuk dibelanjakan.
Alat tukar berwarna biru itu punya kisah sendiri dari seorang Teguh Kurniadi.
Ia menuliskan kisahnya itu baru terjadi kemarin.
Suka dan duka menjadi ojek online tersebut bahkan sampai ditanggapi ratusan netizen.
Teguh pun mengaku sedih dengan hal ini.
Ceritanya, ia mengantar seorang ibu dari Kuningan City ke Rumah Susun Cipinang.
Berikut curahan hati Teguh.
“Sedih bgt hari ini…
ngojek dpt 1 Cs IBU”Dr KUNINGAN CITY ke rusun cipinang.
bayar pake gopay…pas turun dia isi gopay lg 20rb uangnya 50rb kembali 30rb.
mana ngomel”orgnya pas ketemuan jmpt.
tega bgt ya nipu tukang ojek.penampilan kaya org kaya tp nipu org yg kerja keringetan ngadu nasip di jalan.
simpan aje dh uangnya di dompet semoga berkah.
Baca: Minta Diantar ke Tempat Ini Pengemudi Ojek Online Sebut Calon Penumpangnya Kamu Gila Ya
lg di uji kesabarannya. amin”
Netizen banyak yang mendoakan Teguh agar lebih sabar menjalani ujian hidup tersebut.
Berita terakhir yang ia unggah adalah ia menghubungi ibu itu.
Menurut pelanggannya itu, ia sendiri tak tahu jika ia memberikan uang dalam keadaan terbakar.
Uang Kertas (Facebook)
“Waduh…pak, maaf yaaa…kog bisa berijan yang rusak begitu. Klo gitu besok kembalikan ke saya pak…saya besok ada di ambas kog. tq. Ato bapak bisa kembali ke tempat tadi? Saya tunggu pak”
“Udah bu gpp saya sudah jauh di Priuk”
“Besok ke ambasador bisa pak? Ato saya ke tempat acara anak bapak yang besok lomba? Dimana pak…sorry tadi lowbat”
Rupanya wanita itu berniata untuk mengganti uang tersebut.
Tapi sampai saat ini, belum ada kabar terbaru dari Teguh tentang wanita yang sempat memarahinya itu.
Dilaporkan Custumer Langsung Dipecat
Seorang ayah pengemudi go-jek online terpaksa harus kehilangan mata pencahariannya usai mengantar seorang penumpangnya.
Bukan karena kendaraannya hilang dicuri, tapi pria yang diketahui sudah memiliki anak istri ini dipecat karena ulah seorang wanita yang menjadi costumernya saat itu.
Si Bapak yang yang kesehariannya berkeliling mencari penumpang ojek ini dilaporkan telah memeras penumpangnya hanya karena uang Rp 8 ribu.
Kisah sang bapak pengemudi ojek online ini pun menjadi viral setelah tersebar dimedia sosial.
Kisahnya dibagikan oleh akun twitter @nicoteane pada Kamis (16/2/2017) .
Dalam cuitannya di twitter, kisah pengemudi ojek online ini diperoleh dari media sosial line.
“@dramauber_id not my story but it goes viral on Line,” cuit akun @nicoteane.
Kisah sang bapak yang dipecat gara-gara terima uang Rp 8 ribu ini menyita perhatian netizen.
Sejumlah netizen pun berkomentar jika wanita yang menjadi costumer si bapak itu telah membuat bapak tersebut menjadi pengangguran sehingga kehilangan mata pencahariannya.
akun @LEMONedPearl : “@nicoteane @dramauber_id ya ampun jahat banget!! Ih saya sumpahin si mbak bakal berat cari duitnya! Krn dia dah menutup jalur rejeki orang!”
akun @DriverGojekPro : “@nicoteane @dramauber_id gemes asli bacanya, kalau memang kesal krn diminta bayar lebih krn wajar, ga perlu complain pake kata diperas.”
akun @Oji_Bapuck : ” Itu asli parah .banget ngilangin rezeki orang @DriverGojekPro @nicoteane @dramauber_id”
akun @nicoteane kembali menaggapi komentar ditwiternya: “Update: kasusnya lagi proses, semoga semua lancar dan bapaknya bisa narik lagi”
Berikut ini isi foto capture kisah sang bapak pengemudi go-jek online tersebut:
Sore ini, tdk seperti biasanya, saya terlibat dalam pembicaraan yang benar2 bikin sakit hati dan gemas dalam perjalanan pulang dengan GO-JEK.
Jadi, motor kami berpapasan dengan driver GO-JEK lain yang kebetulan dikenal driver saya.
Tapi wajahnya benar-benar tak terkatakan sedihnya.
Setelah saya tanya kenapa, ternyata akun GO-JEKnya baru saja di-suspend alias DIPECAT.
FYI, GO-JEK adalah satu2nya mata pencaharian sang Bapak yang juga punya anak dan istri.
Jadi, awalnya bapak ini mendapat orderan ITB-Baltos dari seorang customer wanita.
Setelah mereka bertemu, si customer minta diantarkan ke Baltos via Dipatiukur (DU), yang mana benar-benar keluar dari rute seharusnya.
Kemudian si Bapak bilang kalau akun mereka memiliki GPS yang dipantau server GO-JEK sehingga mereka tidak bisa lari dari rute.
Kemudian customer ini bilang kalau dia akan bayar lebih, dan akhirnya sang bapak setuju.
Bapak ini pun mengantarkan customernya ke DU, tepatnya ke tempat print.
Ternyata, sebelum sang customer ngeprint, dia masih perlu mengedit filenya itu dan membuat si Bapak menunggu sampai 1 JAM (atau bahkan lebih katanya).
Setelah selesai dengan masalah print, si Bapak mengantarkan customernya ke Baltos sesuai permintaan.
Setelah turun, sang customer membayar si Bapak berlebih.
Ya, lebih TIGA RUBU RUPIAH saja.
Pastinya si Bapak tidak terima, beliau bilang ‘Yang benar saja neng, saya nunggu sejam cuma dikasih tiga ribu.’
Akhirnya sang customer nambahin lima ribu lagi dan si Bapak pun pergi.
Kemudian saat si Bapak mendapat orderan baru, dia tidak bisa menerima orderan tersebut karena akunnya telah disuspend GO-JEK.
Customer sebelumnya memberi bintang 1 ke Bapak tersebut.
Dan yang lebih miris, dia meninggalkan note yang intinya berbunyi si Bapak telah MEMERAS customer tersebut.
Saya sontak meminta nomor handphone customer tersebut.
Namun, handphone nya tidak terlacak dari histori handphone.
Apalagi namanya. Saya juga menyarankan Bapak tersebut mengajukan banding.
Tapi beliau merasa itu sia-soa karena GO-JEK sangat menomorsatukan customer.
Tolong untuk yang merasa sebagai customer tersebut renungkan kelakuanmu dan pertanggungjawabkan.
Delapan ribu rupiah, plus opportunity cost si Bapak yang udah kamu PERAS selama satu jam.
Apakah pantas mendapat bintang 1 dan disebut sebagai MEMERAS?
Mungkin kamu bisa saja santai setelah kejadian tersebut, tapi si Bapak yang tadinya bisa mendapat orderan yang tidak sedikit dalam satu jam, sekarang jadi PENGANGGURAN gara-gara kamu.
Ingat, dia juga punya istri dan anak.
Dan sekali lagi, ini mata pencaharian beliau satu-satunya.
Bayangkan kalau beliau ayahmu.
Kalau kamu kira bikin akun GO-JEK yang baru itu mudah, kamu salah besar.
Perlu KTP dan plat nomor yang berbeda pastinya.
Dan ingat, GO-JEK selalu menomorsatukan customer.
Please, kalau kalian ga suka sama seorang driver, tegur saja secara langusng.
Karena rating yang kita berikan mempengaruhi hidup mereka.
*brb nangis di balik bantal*”.
loading...
loading...

Không có nhận xét nào

Tìm kiếm Blog này

NHẬN XÉT MỚI

loading...
Được tạo bởi Blogger.