Wanita Ini Putuskan Pacarnya yang Miskin dan Jorok, Siapa Sangka 6 Tahun Kemudian iya menyesal.????

loading...
Cinta pertama selalu yaitu cinta yang begitu khusus.

Semuanya yang berlangsung pada cinta pertama mau jadi memori yang akan tidak sempat terlupakan.

Baik itu cerita yang indah atau menyakitkan, semua mau terbawa seumur hidup.

Narasi ini terjadi di kehidupan seseorang wanita yang kisahnya ada di sini.

Saya yaitu seseorang wanita umum yang miliki cerita hidup yang umum.

Saya lulusan S1 yang sesudah usai kuliah pergi keluar dari rumahku untuk mencari pekerjaan.

Didalam kereta ke kota, saya berjumpa dengan cinta pertamaku.

Dia periang, mudah di ajak bicara, perhatian, serta baik hati.

Sesampainya kami di kota, dia juga memberikanku nomor handphone, agar dapat tetaplah bercakap, tukasnya.

Nyaris sehari-hari dia menelfonku, bertanya kabarku, menghiburku saat saya sulit.

Seperti seorang koko yang perhatian pada adiknya.

Saat saya ditipu, dia juga orang pertama yang datang untuk menolongku.

Saat saya tidak miliki apa-apa, dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya.

Tinggal di satu kamar yang kecil yang dia sediakan untukku.

Kasurnya dia beri untukku sesaat dia tidur diatas tikar.

Esok harinya, dia mengajak saya untuk mencari tempat beda yang lebih murah.

Dia bahkan juga menyisihkan upahnya untuk membayar DP tempat tinggal itu.



Dia bukanlah pekerja kantoran yang upahnya besar.
Dia hanya seseorang buruh antar yang upahnya bergantung pada ada tidaknya order.

Pada akhirnya sesudah saya memperoleh pekerjaan yang cukup baik, saya mengajaknya makan serta tanpa ada kusangka.

Dia menyebutkan perasaannya padaku serta kami juga berpacaran.

Namun seiring dengan saat, saya mulai lihat banyak rutinitas buruknya.

Dia tidak sering membersihkan kaki, tidak sempat membereskan tempat tinggal, serta seringkali pergi keluar dengan rekannya untuk minum bir.

Kami cukup seringkali berkelahi cuma karna hal-hal kecil.

Satu hari, mamaku meneleponku serta ajukan pertanyaan apakah saya telah miliki pacar.

Saat itu saya berfikir, keadaan saya serta pacarku tengah tidak baik.

Pekerjaanku tampak lebih baik serta harusnya orangtuaku akan tidak menyepakati jalinan kami.

Karenanya saya bersikeras mengatakan bila saya masih tetap sendiri.

Pada akhirnya mamaku mengenalkanku pada orang pria.

Saya sekian kali pulang untuk menjumpai pria itu, sekedar untuk berteman.

Namun pacarku itu tidak sempat sepakat serta kami senantiasa berkelahi setiap saat saya ingin pulang ke tempat tinggal orangtuaku.
Pada akhirnya di th. 2009, saya putus dengan pacarku itu serta sebagian bln. sesudahnya saya menikah dengan pria yang jadi manager ditempat kerjaku.

Cuma karna saya tidak tahan dengan pertikaian yang selalu terjadi pada saya serta bekas pacarku.



Bila dipikir-pikir, keputusanku saat itu sangat tergesa-gesa.

Saat bebrapa saat kami belum juga menikah, manager yang sekarang jadi suamiku ini sehari-hari mengirimiku bunga.

Diluar itu seringkali menraktirku makan, mengajakku nonton bioskop, kadang-kadang memberikanku hadiah, serta beberapa hal ini buat hatiku luluh.

Namun sesudah menikah dia memohonku untuk jadi ibu rumah-tangga penuh saat, tidak sempat lagi ada beberapa hal romantis yang dia kerjakan.

Bahkan juga saya sempat tahu dengan tidak berniat bila dia masih tetap terkait dengan bekas istrinya.

Seringkali dia membawa pulang anak dari istrinya untuk dijaga olehku.

Sempat satu kali waktu saya sedang melindungi anaknya, mereka pergi kencan ke bioskop serta hal semacam ini membuatku geram besar.

Saya berkelahi dengan suamiku, bahkan juga memarahi bekas istrinya.

Mulai sejak itu mereka tidak sempat lagi terkait, namun sikap suamiku beralih keseluruhan.

Saya lebih muda 16 th. dari bekas istrinya, lebih cantik, serta semakin dapat dandan, masakan dia lebih pilih bekas istrinya?

Di th. 2014, saya memergoki suamiku tengah terkait dengan bekas istrinya lagi. Emosiku segera mencapai puncak serta saya minta cerai waktu itu juga.

Pada akhirnya di th. 2015, saya jadi sales di satu perusahaan kecil yang prospeknya terlihat baik.

Satu hari waktu saya tengah dinas, saya tidak menganggap saya berjumpa dengan bekas pacarku.

Dia telah jadi seseorang entrepreneur besar serta sekarang ini jadi client paling utama kantor kami. Saya terperanjat, namun dia terlihat tenang.

Dia bertanya kabarku serta kami sedikit bernostalgia.

Pada akhirnya dia menyebutkan bila dia telah mempunyai seseorang pacar serta mereka mau menikah th. depan.

Hatiku rasa-rasanya pedih, namun apa daya, semuanya telah berlangsung, serta hari itu, kami tidak melakukan bisnis, kami cuma bernostalgia.

Dia berkata, " Jujur, saya banyak alami sakit hati saat kita putus. Namun bila bukanlah karna kamu, saya tidak percaya saya dapat berhasil hari ini. "

Sesudah kami berpisah, saya mengirimnya satu SMS, " Apakah kamu masih tetap sayang sama saya? Meskipun sedikit saja? "

" Cinta atau tidak cinta, sayang tidak sayang, semua telah berlalu. "

Lihat jawabannya, saya tahu saya telah kehilangan seorang yang betul-betul mencintaiku.

Saya menangis, sadar saya masih tetap mencintainya. Namun semuanya telah berlalu serta kehidupanku mesti jalan.
loading...
loading...

Không có nhận xét nào

Tìm kiếm Blog này

NHẬN XÉT MỚI

loading...
Được tạo bởi Blogger.